KHUTBAH
JUMA’AT
ROMADLON
DAN INVESTASI AMAL
اَلْحَمْدُ لله الَّذِ
ي جَعل شهر رمضان مفتح الطروق الخيرات والسعادة وادخل على الصائم فرحتان فرحة عند
الفطر وفرحة عند لقاء ربه اشهد ان لا اله الا الله واشهد ان سيدنا محمدا رسول الله
اللهم صل وسلم على سيد نا محمد وعلى اله وصحبه وسلما تسلما كثيرا (اما بعد)
ايها المسلمون
اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم
مسلمون
Hadirin jama’ah jum’at yang dimuliakan
Allah.
Marilah sama–sama kita meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah dengan taqwa yang
sebenar-benarnya, yaitu menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah
SWT. Di antara perintah Allah adalah perintah puasa dalam bulan Ramadhan.
Perintah puasa di terima oleh Nabi Muhammad SAW
pada bulan sya’ban tahun kedua hijriyah. Nilai pahala puasa tidak ada yang tau
hitungannya, hanya Allah-lah yang tau.Rasulullah bersabda :
كل عمل بن ادم يضاعف
الحسنة بعشر امثا لها الى سبعما ئة ضعف قا ل الله الاّ الصوم فانه لى وانااجزى به
يدع شهوا ته وطعا مه من اجلى (رواه ابوا هريرة)
“Semua amalan anak adam itu pahalanya
dilipatgandakan sepuluh sampai tujuh ratus lipat kecuali puasa, itu kepunyaan Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya karena ia meninggalkan syahwatnya,
makanan dan minumannya karena Aku (Allah)”.
Hadirin jama’ah jum’at yang
berbahagia
Pada bulan Ramadhan
ini marilah kita perbanyak untuk melakukan amal ibadah, baik amal ibadah yang
berhubungan dengan Allah maupun dengan manusia. Janganlah kita menyia–nyiakan kemuliaan
bulan Ramadhan, sebab amal ibadah yang kita kerjakan di bulan Ramadhan ini,
nilai pahalanya lebih baik dan banyak daripada amal ibadah yang kita kerjakan
di luar bulan Ramadhan. Imam an–nakhoi dalam salah satu kitabnya menjelaskan :
صوم يوم من رمضان
أ فضل من الف يوم وتسبحة فيه افضل من الف تسبيحة وركعة فيه خير من الف ركعة
والنفقة فيه مضاعفة كالنفقة فى سبيل الله
“Puasa sehari pada bulan Ramadhan,
itu lebih utama daripada puasa seribu hari di luar bulan Ramadhan,
membaca tasbih sekali pada bulan Ramadhan,itu lebih baik daripada membaca tasbih seribu kali di
luar bulan Ramadhan,
satu raka’at dalam bulan Ramadhan
itu lebih baik dari pada seribu raka’at di luar
Ramadhan, sodaqoh pada bulan Ramadhan, itu pahalanya dilipatgandakan bagaikan sodaqoh karena membela agama Allah.”
Rasulullah dalam hadistnya menegaskan :
من اشبع صائما كان
له مغفرة لدنوبه وسقاه ربه من حو ضى شربة لا يظمأ بعدها ابدا حتى يدخل الجنة وكان
له مثل اجره من غيران يفقص من اجره شيُّ
“Barangsiapa memberi buka pada orang
yang berpuasa, maka diampuni dosanya, dan Allah member minum dari telagaku yang tak akan merasa haus selamanya hingga masuk surge dan baginya mendapat pahala seperti pahala orang yang
berpuasa tanpa di kurangi sedikitpun.”
Hadirin jama’ah jum’at rahimakumullah
Orang yang puasa menempati posisi istimewa di
hadapan Allah, di antara keistimewaan itu adalah sebagaimana
diriwayatkan oleh Abu daud dari Abdullah bin
umar bahwa Rasulullah pernah bersabda :
“Do’a orang yang
berpuasa waktu bulan puasa adalah do’a yang makbul
(di terima)”
Untuk itu Abdullah bin
umar, apabila hendak berbuka selalu mengumpulkan anak-anaknya dan istri kemudian berdo’a bersama-sama.
Di pertegas pula
dimusnad sunan Ahmad dan sunan Tarmizi, Nisai dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda :
سلاسة لاترد
دعوتهم الامام العادل والصائم حتى يفرو ودعوة المضلومين يرفعوها الله دون الغمام
يوم القيامة وتفتح لها ابواب السماء ويقول بعزتى لأنصرنك ولوبعد حين
“Ada
3 golongan yang tidak akan di tolak do’anya, yaitu imam (kepalanegara) yang
adil, orang yang berpuasa sampai berbuka, dan orang yang teraniaya, Allah akan mengangkat
tiga golongan itu pada hari kiamat dan di buka untuk mereka segala pintu surga,
seraya Allah berkata demi kehormatanku, aku pasti akan membantu engkau
sekalipun setelah seketika”(al–hadist).
Hadirin jama’ah jum’at
yang berbahagia
Keistimewaan lain
yang di peroleh orang yang berpuasa adalah kepuasan batin yang melahirkan pada kesenangan
dan kegembiraan, sebagaimana sabda Rasulullah :
للصائم فرحتان فرحة
عند الفطر وفرحة عند لقاء ربه - رواه البخارى ومسلم
“Bagi orang yang berbuka puasa dua kegembiraan,
kegembiraan ketika berbuka dan gembira ketika bertemu dengan tuhannya.(HR. Bukhori-Muslim)”.
Hadirin jama’ah jum’at yang berbahagia
Kualitas puasa seseorang ditentukan oleh kemampuan di dalam mengendalikan
hawa nafsunya. Imam Al-Ghozali membagi kualitas puasa seseorang menjadi tiga
tingkatan, yaitu:
1. Puasanya orang umum, yaitu; puasa yang hanya sekedar menahan perut, tidak makan dan tidak minum.
2. Puasanya orang khusus, yaitu; puasa disamping menahan makan dan minum, dia tahan pula lidah, tangan dan kaki serta anggota kaki dan badan lainnya dari segala kemaksiatan.
3. Puasanya orang khusus diatas khusus, yaitu; puasa disamping menahan makan dan minum, dia menahan seluruh anggota badan dari maksiat, di
tambah dengan pengendalian hati dari pemikiran-pemikian keduniaan dan segala sesuatu yang selain Allah.
Dari kualifikasi tingkatan puasa ini, marilah kita berusaha untuk memposisikan puasa kita pada tingkatan yang
ketiga, atau paling tidak pada tingkatan yang kedua, puasa pada tingkatan yang
pertama tidakmemperoleh pahala puasanya melainkan hanya mendapat lapar dan dahaga.
Sesuai sabda Rasulullah :
كم من صائم ليس له
من صيامه الا الجوع والعطش
(رواه النسائى وابن ماجه)
“Banyak sekali orang yang
berpuasa, tetapi tidak mendapatkan pahala dari puasanya, kecuali hanya memperoleh lapar dan haus. (HR. Nasa’i dan Ibnu Majah)
Demikian khutbah ini kami sampaikan, semoga bermanfaat Aamiin.
بارك الله لى ولكم
فى القران الكريم ونفعني واياكم بما فيه من الأيات والذكرالحكيم وتقبل مني ومنكم
نلاوته انه هو الغفور الرحيم
No comments:
Post a Comment
Memberikan komentar yang baik adalah suatu pilihan dan keputusan yang bijak dan bermartabat. ^_^
Note: Only a member of this blog may post a comment.