Saturday, April 6, 2019

JEJAK PUASA DALAM MEMPERBAIKI MASYARAKAT

KHUTBAH JUM’AT

JEJAK PUASA DALAM MEMPERBAIKI MASYARAKAT

الحمد لله جعل رمضان افضل الشهور اشهد ان لآ اله الا الله وحده لا شر يك له واشهد ان سيدنا محمد اعبده ورسوله اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعل اله وصحبه ومن تبعهم باحسان الى يوم الدين (اما بعد) فيا عباد الله اوصىكم واياى بتقوى الله اتقوا الله فان التقوى اساس العمل

Hadirin jama’ah jum’at yang dimuliakan Allah,

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, sampailah kini kita pada bulan ramadlan 1440 H. Umur kita bertambah usia kita berkurang. Untuk iti dengan sisa-sisa usia kita ini marilah kita isi dan kita manfaatkan bulan suci ramadlan ini untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

Hadirin kaum muslimin yang berbahagia,

Pusa pada bulan ramadlan itu termasuk rukun islam yang keempat, yang wajib hukumnya untuk di kerjakan oleh semua umat islam yang sudah mukallaf, laki-laki maupun perempuan, kaya maupun miskin, berpangkat maupun tidak berpangkat, pegawai pemerintah maupun swasta, seluruh lapisan masyarakat wajib untuk melasanakan puasa ramadlan, hal ini sesuai dengan firman Allah yang di abadikan dalam al-qur’an.
يا ايها الذين امنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون
Artinya :
Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian untuk mengerjakan puasa, sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang yang terdahulu sebelum kalian, supaya kalian menjadi orang-orang yang bertaqwa.

Hadirin jama’ah jum’at yang berbahagia

Sagala ibadah yang disyari’atkan oleh Allah pasti ada hikmah dan tujuannya. Allah tidak melarang sesuatu melainkan karena sesuatu itu membawa bahaya dan menimbulkan kejahatan bagi manusia. Sekalipun kita tidak mengetahui rahasianya. Allah tidak menyuruh sesuatu melainkan karena sesuatu itu membawa kebaikan dan menimbulkan kemaslahatan bagi manusia, sekalipun kita tidak mengetahui rahasianya.

Demikian juga puasa yang diwajibkan Allah, di dalamnya terkandung hikmah dan tujuan yang mulia, namun sayang sedikit sekali orang yang melakukan puasa ramdlan karena memikirkan tujuan dan hikamah yang di kehendaki Allah. Mereka berpuasa semata-mata karena Allah menyuruh berpuasa, mereka berpuasa semata-mata karena mewarisi kebiasaan nenek moyangnya yang setiap bulan ramadlan berpuasa. Untuk itu melalui mimbar ini saya ingin mengunggah kepada para jama’ah untuk memahami tujuan di syaratkannya puasa pada bulan ramadlan ini.

Hadirin jama’ah jum’at yang berbahagia

Ada 3 tujuan diwajibkan puasa pada bulan ramdlan :
1.  Allah mewajibkan puasa untuk membebaskan diri dari belenggu syahwat dan maksiat. Ada dua syahwat yang sangat mempengaruhi kehidupan manusia yaitu syahwat cinta diri dan syahwat seks. Dari dua sumber ini berkembanglah bermacam-macam syahwat :
       Penahanan diri orang yang berpuasa dari makan dan minum dari syahwat seks harus diimbangi dengan pengendalian diri dari kemaksiatan dan kefasikan, kedurhakaan dan kejahatan. 
             Untuk itu puasa yang hanya menahan makan dan minum, menahan lapar dan dahaga tetapi dirinya bebas memenuhi perutnya di saat berbuka puasa dengan barang haram, hasil menipu, mencuri dan korupsi atau puasa dengan membebaskan dirinya dari makan dan minum tetapi lidahnya di biarkan berkata dust, caci maki, sifat cela dan gunjing fitnah maka dari puasanya tidak ada hasil apapun kecuali lapar dan dahaga. Hal ini sebagaimana di tegaskan oleh rasulullah dalam hadistnya :
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُوْرِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لله حاَ جَة فِي اَنْ يَدَعَ طَعَا مَهُ وَ شَرَابَهُ
“siapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan kotor, maka Allah tidak berhajat agar dia meninggalkan makanan dan minuman.” (al-hadits)

2.          Allah mewajibkan ibadah puasa untuk kesehatan badan dan menguatkan jasad.
Rasulullah bersabda:
                                                  صُوْمُوْا تَصِحُّوْا
berpuasalah niscaya kamu akan sehat.”(al-hadist)

Hal ini karena perut kita mempunyai kemapuan terbatas dalam mencerna makanan, tidak mampu bekerja banyak dan terus menerus sepanjang tahun, karena itu puasa ramadlan adalah masa rehat  dan istirahat yang menghasilkan kesehatan badan, tetapi kebanyakan manusia berpuasa dengan cara yang dapat menghilangkan kesehatan, mereka jadikan bulan ini sebagai bulan pameran bermacam-macam makanan yang lezat, mereka siapkan diatas meja makanan beraneka ragam makanan dan minuman, begitulah mereka menghabiskan tiga puluh malam di mana perut mereka dibebankan dengan beban makanan yang berat, dengan demikian lenyaplah hikmah dan tujuan diisyaratkannya puasa.
        Sejumlah hasil penyelidikan ilmiah oleh beberapa dokter dunia sekitar puasa yang digariskan oleh rasulullah mempunyai filsafat ketabiban, membuktikan:
-  Dr. Alaxis Carel: “seorang tabib international dari hasil pengalamannya mengobati dengan terapi puasa, menulis sebuah buku yang berjudul; الانْسَانُ ذالك المَجْهُول  “ manusia yang penuh rahasia “. 
 Manusia memerlukan puasa pada waktu-waktu tertentu, semua agama memerintahkan manusia pada wajib puasa dan mengurangi makanan, jika pertama kali dia merasa lapar dan kadang-kadang kegoncangan syaraf, yang diiringi rasa lemah badan, tetapi di samping itu terjadi pula gerakan tersembunyi yang sangat penting, yaitu bergeraknya gula dalam jantung dan bersamanya bergerak pula minyak yang tersimpan dibawah kulit dan menjalar ke segala anggota dengan maddahnya (alat pencernaan) yang khusus untuk mengekalkan kesederhanaan dalam kesehatan hati, juga puasa akan membersihkan pernafasan kita.
-  Dr. Mac Faldor: “seorang tabib amerika menulis dalam bukunya “sesungguhnya semua manusia perlu kepada puasa, sekalipun dia tidak sakit, karena racun makan dan obat berkumpul dalam tubuh, lantas menjadikanya seperti orang sakit dan memberatkan serta mengurangi kegiatan, apabila dia berpuasa ringanlah timbangannya dan hilanglah racun itu dari tubuhnya.
Para sarjana ketabiban (kedokteran) telah mengakui kegunaan puasa bagi orang yang gemuk, darah tinggi, kencing gula, dan penyakit-penyakit lain yang timbul karena banyak makanan.
 Demikian pembuktian ilmiah bahwa dengan berpuasa akan    terwujud kesehatan badan kita.

3. Allah mewajibkan puasa, agar orang kaya merasakan pahitnya kelaparan dan kehausan, lantas dia sayang pada fakir miskin. Tetapi sayang, kebanyakan orang kaya mereka berpuasa tanpa merasan kepahitan lapar, mereka merubah sunnah Allah dengan merubah malam menjadi siang dan siang menjadi malam, mereka menjadikan malam untuk bekerja dan berusaha, mereka habiskan dengan bersukaria dan makan besar memuaskan nafsunya. Sedangkan pada waktu siang mereka tidur, tidak bangun-bangun sampai sore, akibatnya jiwa dan hati mereka tambah membatu, tidak pernah sayang kepada orang melarat dan tidak pernah mau membantu fakir miskin. Dengan demikian hilanglah hikmah dan tujuan puasa yang di harapkan dapat meperbaiki masyarakat.

Demikianlah khutbah ini kami sampaikan, semoga Allah senantiasa memberikan hidayah dan taufiqnya kepada kita, bisa mengerjakan amal shaleh dalam bulan ramadlan ini. Amin.
اقول قولي هذا واستغفرالله لي ولكم ولسائر المسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات فاسغفروا انه هو الغفورالرحيم

No comments:

Post a Comment

Memberikan komentar yang baik adalah suatu pilihan dan keputusan yang bijak dan bermartabat. ^_^

Note: Only a member of this blog may post a comment.