KHUTBAH JUM’AT
JEJAK
PUASA DALAM MEMPERBAIKI MASYARAKAT
الحمد لله جعل رمضان افضل الشهور اشهد ان لآ اله
الا الله وحده لا شر يك له واشهد ان سيدنا محمد اعبده ورسوله اللهم صل وسلم على سيدنا
محمد وعل اله وصحبه ومن تبعهم باحسان الى يوم الدين (اما بعد) فيا عباد الله اوصىكم
واياى بتقوى الله اتقوا الله فان التقوى اساس العمل
Hadirin
jama’ah jum’at yang dimuliakan Allah,
Hari
berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, sampailah kini
kita pada bulan ramadlan 1440 H. Umur kita bertambah usia kita berkurang. Untuk
iti dengan sisa-sisa usia kita ini marilah kita isi dan kita manfaatkan bulan
suci ramadlan ini untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah
SWT.
Hadirin
kaum muslimin yang berbahagia,
Pusa pada
bulan ramadlan itu termasuk rukun islam yang keempat, yang wajib hukumnya untuk
di kerjakan oleh semua umat islam yang sudah mukallaf, laki-laki maupun
perempuan, kaya maupun miskin, berpangkat maupun tidak berpangkat, pegawai
pemerintah maupun swasta, seluruh lapisan masyarakat wajib untuk melasanakan
puasa ramadlan, hal ini sesuai dengan firman Allah yang di abadikan dalam
al-qur’an.
يا ايها الذين امنوا كتب
عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون
Artinya
:
Hai
orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian untuk mengerjakan puasa,
sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang yang terdahulu sebelum kalian,
supaya kalian menjadi orang-orang yang bertaqwa.
Hadirin
jama’ah jum’at yang berbahagia
Sagala
ibadah yang disyari’atkan oleh Allah pasti ada hikmah dan tujuannya. Allah
tidak melarang sesuatu melainkan karena sesuatu itu membawa bahaya dan
menimbulkan kejahatan bagi manusia. Sekalipun kita tidak mengetahui rahasianya.
Allah tidak menyuruh sesuatu melainkan karena sesuatu itu membawa kebaikan dan
menimbulkan kemaslahatan bagi manusia, sekalipun kita tidak mengetahui
rahasianya.
Demikian juga puasa yang diwajibkan Allah,
di dalamnya terkandung hikmah dan tujuan yang mulia, namun sayang sedikit
sekali orang yang melakukan puasa ramdlan karena memikirkan tujuan dan hikamah
yang di kehendaki Allah. Mereka berpuasa semata-mata karena Allah menyuruh
berpuasa, mereka berpuasa semata-mata karena mewarisi kebiasaan nenek moyangnya
yang setiap bulan ramadlan berpuasa. Untuk itu melalui mimbar ini saya ingin
mengunggah kepada para jama’ah untuk memahami tujuan di syaratkannya puasa pada
bulan ramadlan ini.
Hadirin
jama’ah jum’at yang berbahagia
Ada
3 tujuan diwajibkan puasa pada bulan ramdlan :
1. Allah mewajibkan puasa
untuk membebaskan diri dari belenggu syahwat dan maksiat. Ada dua syahwat yang
sangat mempengaruhi kehidupan manusia yaitu syahwat cinta diri dan syahwat
seks. Dari dua sumber ini berkembanglah bermacam-macam syahwat :
Penahanan diri orang yang berpuasa
dari makan dan minum dari syahwat seks harus diimbangi dengan pengendalian diri
dari kemaksiatan dan kefasikan, kedurhakaan dan kejahatan.
Untuk itu puasa yang hanya menahan
makan dan minum, menahan lapar dan dahaga tetapi dirinya bebas memenuhi
perutnya di saat berbuka puasa dengan barang haram, hasil menipu, mencuri dan
korupsi atau puasa dengan membebaskan dirinya dari makan dan minum tetapi
lidahnya di biarkan berkata dust, caci maki, sifat cela dan gunjing fitnah maka
dari puasanya tidak ada hasil apapun kecuali lapar dan dahaga. Hal ini
sebagaimana di tegaskan oleh rasulullah dalam hadistnya :
مَنْ لَمْ يَدَعْ
قَوْلَ الزُوْرِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لله حاَ جَة فِي اَنْ يَدَعَ طَعَا
مَهُ وَ شَرَابَهُ
“siapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan kotor,
maka Allah tidak berhajat agar dia meninggalkan makanan dan minuman.”
(al-hadits)
2.
Allah mewajibkan ibadah
puasa untuk kesehatan badan dan menguatkan jasad.
Rasulullah
bersabda:
صُوْمُوْا تَصِحُّوْا
“berpuasalah
niscaya kamu akan sehat.”(al-hadist)
Hal
ini karena perut kita mempunyai kemapuan terbatas dalam mencerna makanan, tidak
mampu bekerja banyak dan terus menerus sepanjang tahun, karena itu puasa
ramadlan adalah masa rehat dan istirahat
yang menghasilkan kesehatan badan, tetapi kebanyakan manusia berpuasa dengan
cara yang dapat menghilangkan kesehatan, mereka jadikan bulan ini sebagai bulan
pameran bermacam-macam makanan yang lezat, mereka siapkan diatas meja makanan
beraneka ragam makanan dan minuman, begitulah mereka menghabiskan tiga puluh
malam di mana perut mereka dibebankan dengan beban makanan yang berat, dengan
demikian lenyaplah hikmah dan tujuan diisyaratkannya puasa.
Sejumlah hasil penyelidikan ilmiah oleh
beberapa dokter dunia sekitar puasa yang digariskan oleh rasulullah mempunyai
filsafat ketabiban, membuktikan:
- Dr. Alaxis Carel: “seorang
tabib international dari hasil pengalamannya mengobati dengan terapi puasa,
menulis sebuah buku yang berjudul; الانْسَانُ ذالك
المَجْهُول “ manusia yang penuh rahasia “.
Manusia
memerlukan puasa pada waktu-waktu tertentu, semua agama memerintahkan manusia
pada wajib puasa dan mengurangi makanan, jika pertama kali dia merasa lapar dan
kadang-kadang kegoncangan syaraf, yang diiringi rasa lemah badan, tetapi di
samping itu terjadi pula gerakan tersembunyi yang sangat penting, yaitu
bergeraknya gula dalam jantung dan bersamanya bergerak pula minyak yang
tersimpan dibawah kulit dan menjalar ke segala anggota dengan maddahnya (alat
pencernaan) yang khusus untuk mengekalkan kesederhanaan dalam kesehatan hati, juga
puasa akan membersihkan pernafasan kita.
- Dr. Mac Faldor: “seorang
tabib amerika menulis dalam bukunya “sesungguhnya semua manusia perlu kepada
puasa, sekalipun dia tidak sakit, karena racun makan dan obat berkumpul dalam
tubuh, lantas menjadikanya seperti orang sakit dan memberatkan serta mengurangi
kegiatan, apabila dia berpuasa ringanlah timbangannya dan hilanglah racun itu
dari tubuhnya.
- Para sarjana ketabiban (kedokteran)
telah mengakui kegunaan puasa bagi orang yang gemuk, darah tinggi, kencing
gula, dan penyakit-penyakit lain yang timbul karena banyak makanan.
Demikian
pembuktian ilmiah bahwa dengan berpuasa akan terwujud kesehatan badan kita.
3. Allah mewajibkan puasa,
agar orang kaya merasakan pahitnya kelaparan dan kehausan, lantas dia sayang
pada fakir miskin. Tetapi sayang, kebanyakan orang kaya mereka berpuasa tanpa
merasan kepahitan lapar, mereka merubah sunnah Allah dengan merubah malam
menjadi siang dan siang menjadi malam, mereka menjadikan malam untuk bekerja
dan berusaha, mereka habiskan dengan bersukaria dan makan besar memuaskan
nafsunya. Sedangkan pada waktu siang mereka tidur, tidak bangun-bangun sampai
sore, akibatnya jiwa dan hati mereka tambah membatu, tidak pernah sayang kepada
orang melarat dan tidak pernah mau membantu fakir miskin. Dengan demikian
hilanglah hikmah dan tujuan puasa yang di harapkan dapat meperbaiki masyarakat.
Demikianlah
khutbah ini kami sampaikan, semoga Allah senantiasa memberikan hidayah dan
taufiqnya kepada kita, bisa mengerjakan amal shaleh dalam bulan ramadlan ini.
Amin.
اقول قولي هذا واستغفرالله لي ولكم ولسائر المسلمين والمسلمات
والمؤمنين والمؤمنات فاسغفروا انه هو الغفورالرحيم
No comments:
Post a Comment
Memberikan komentar yang baik adalah suatu pilihan dan keputusan yang bijak dan bermartabat. ^_^
Note: Only a member of this blog may post a comment.