KHUTBAH JUM’AT
LAILATUL QADAR
الحمد لله الذي
جعل الثقا شرطا لقبول اللأعمال، اشهد ان لآ
اله الا الله واشهد ان سيدنا محمدا رسول الله، اللهم صلّ وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه اجمعين
(امّا بعد)
فيا عباد الله،
اتقوا الله فقد فاز من اتّقى وقد خاب من اطّغا
Hadirin jama’ah jum’at yang berbahagia
Ketahuilah bahwa, kita saat ini memasuki sepuluh hari terakhir bulan Romadhon tahun 1440 H.
Bulan romadhon di bagi menjadi 3 bagian, yaitu:
10 hari pertama adalah rahmat, 10 hari yang ke dua adalah ampunan 10 hari yang
ke tiga adalah bebas dari neraka. Sayyidah Aisyah, istri rasulullah pernah
berkata :
“apabila datang malam – malam 10 akhir,
rasul mengetatkan/memperkuat ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya dan membangunkan
keluarganya.
Hadirin jama’ah jum’at yang berbahagia
Memperkuat ikat pinggangnya adalah bahasa inayah yang berarti kesungguhan beramal, maksudnya semakin ke ujung usia bulan romadhon semakin semangat rasulullah dalam melaksanakan ibadah. Pada 10 hari akhir bulan romadhon, setiap malam beliau beri’tikaf di dalam masjid sambil menanti kedatangan malam lailatul qadar, waktu datangnya malam lailatul qadar para ulama berbeda pendapat, kebanyakan ulama berpendapat bahwa lailatul qadar terjadi pada malam – malam 10 akhir bulan romadhon, dan jumlah terbesar di antara mereka menandaskan kepastianya yaitu pada malam ke 27. Landasan pengambilan keputusan ini adalah surat al qadar yang jumlah kalimatnya adalah 30 kalimat, dan kalimat (هى) yang kembali pada lailatul qadar, dan itu merupakan kalimat yang ke 27. Itulah yang menjadikan landasan bahwa lailatul qadar terjadi pada malam ke 27. Dipertegas pula oleh hadits yang di riwayatkan imam muslim dari ibnu ummar, rasulullah bersabda :
من كان متحريها
فليتحرها ليلة سبع وعشرين
“siapa
yang mengharap – harapkan kedatangan malam lailatul qadar, hendaklah di tunggu
pada malam dua puluh tujuh“ (al hadits).
Ulama berbeda pendapat mengapa malam itu di
namakan malam lailatul qadar :
1. Dinamakan lailatul
qadar, karena kemulyaan malam itu lantaran didalamnya al – qur’an
2. Dinamakan
lailatul qadar, karena pada malam itu allah menentukan rencana – rencana untuk
tahun mendatang, mengenai umur, rizki, kelahiran, dan lain sebagainya
Dalam hal ini allah berfiman:
إنا انزلناه فى
ليلة مباركة إذا كنا منذرين فيها يفرق كل امر حكيم
“sesungguhnya
al – qur’an kami turunkan dalam malam berkat, di mana kami memberi peringatan,
didalamnya segala urusan terperinci.
3. Dinamakan malam
lailatul qadar, karena nilai taat didalamnya mempunyai kadar yang besar dan
mendapat balasan yang berlipat ganda.
Hadirin jama’ah jum’at yang berbahagia
Pada malam – malam sepuluh akhir bulan romadhon, rasulullah memeliharanya dan menghidupkannya dengan beribadah, salat tarawih, tadarus al-qur’an, dan beri’tikaf.
Kondisi ini terus
berlanjut sampai pada zaman sahabat, tabiin, tabiit-tabiin dan zaman ulama
salafus sholeh. Namun bagaimana dengan zaman kita sekarang ini ? salat tarawih
semakin ke ujung semakin sepi, tadarus al – qur’an i’tikaf di masjid sunyi, yang ramai toko makanan dan
toko pakaian, sibuk untuk persiapan lebaran. inilah sebuah kerugian, karena
kita tidak mampu memanfaatkan bulan romadhon dengan semangat ibadah yang
istiqomah.
Hadirin jama’ah jum’at
yang berbahagia
Di akhir bulan romadhon
ini ada satu kewajiban kita yaitu mengeluarkan zakat fitrah, zakat fitrah
adalah penutup ubadah puasa, rasulullah bersabda :
صوم رمضان معلق
بين السماء والارض لايرفع الا بزكا ت الفطر
“puasa
ramdhan tergantung antara langit dann bumi, tidak akan di angkat kecuali dengan
zakat fitrah”.
Hadirin jama’ah jum’at yang berbahagia
Beras yang kita keluarkan untuk zakat harus
sama dengan beras yang kita konsumsi (yang kita makan sehari–hari), bila kita
uangkan harus senilai dengan harga beras yang kita makan. Pemerintah telah
memberitahukan hukum patokan harga beras zakat fitrah untuk mempermudah penanganan
zakat fitrah bagi amil, namun praktek pelaksanaannya harus kita sesuaikan
dengan harga beras yang kita makan sehari–hari demi kesempurnaan ibadah zakat
fitrah kita.
Hadirin jama’ah
jum’at yang berbahagia
Demikianlah khotbah ini kami sampaikan, marilah
kita selesaikan ibadah puasa kita sampai terpenuhi bilangan harinya satu bulan
penuh karena mengharap ridho allah, kita sambut hari raya idul fitri yang sudah
di ambang pintu dengan melaksanakan fitrah untuk kesucian jiwa kita, semoga
puasa kita di terima allah dan membentuk pribadi kita menjadi pribadi yang
bertaqwa kepada Allah SWT, Aamiin.
والله سبحا نه
وتعلى يقول وبقوله يهتدى المهتدين واذا قراء القرآن فالستمعوا له وانصتوا لعلكم ترحمون اععوذ بالله
من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم انا انزلناه فى ليلة القدر، الا ية. و
قل رب اغفر وارحم وانت ارحم الراحيم
No comments:
Post a Comment
Memberikan komentar yang baik adalah suatu pilihan dan keputusan yang bijak dan bermartabat. ^_^
Note: Only a member of this blog may post a comment.