Sunday, April 7, 2019

KHUTBAH JUM'AT_LAILATUL QODAR

KHUTBAH JUM’AT

LAILATUL QADAR

الحمد لله الذي جعل الثقا  شرطا لقبول اللأعمال، اشهد ان لآ اله الا الله واشهد ان سيدنا محمدا رسول الله، اللهم صلّ  وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه اجمعين (امّا بعد)
فيا عباد الله، اتقوا الله فقد فاز من اتّقى وقد خاب من اطّغا

Hadirin jama’ah jum’at yang berbahagia

Ketahuilah bahwa, kita saat ini memasuki sepuluh hari terakhir bulan Romadhon tahun 1440 H.
Bulan romadhon di bagi menjadi 3 bagian, yaitu: 10 hari pertama adalah rahmat, 10 hari yang ke dua adalah ampunan 10 hari yang ke tiga adalah bebas dari neraka. Sayyidah Aisyah, istri rasulullah pernah berkata :
“apabila datang malam – malam 10 akhir, rasul mengetatkan/memperkuat ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.

Hadirin jama’ah jum’at yang berbahagia

Memperkuat ikat pinggangnya adalah bahasa inayah yang berarti kesungguhan beramal, maksudnya semakin ke ujung usia bulan romadhon semakin semangat rasulullah dalam melaksanakan ibadah. Pada 10 hari akhir bulan romadhon, setiap malam beliau beri’tikaf di dalam masjid sambil menanti kedatangan malam lailatul qadar, waktu datangnya malam lailatul qadar para ulama berbeda pendapat, kebanyakan ulama berpendapat bahwa lailatul qadar terjadi pada malam – malam 10 akhir bulan romadhon, dan jumlah terbesar di antara mereka menandaskan kepastianya yaitu pada malam ke 27. Landasan pengambilan keputusan ini adalah surat al qadar yang jumlah kalimatnya adalah 30 kalimat, dan kalimat (هى) yang kembali pada lailatul qadar, dan itu merupakan kalimat yang ke 27. Itulah yang menjadikan landasan bahwa lailatul qadar terjadi pada malam ke 27. Dipertegas pula oleh hadits yang di riwayatkan imam muslim dari ibnu ummar, rasulullah bersabda :
من كان متحريها فليتحرها ليلة سبع وعشرين
“siapa yang mengharap – harapkan kedatangan malam lailatul qadar, hendaklah di tunggu pada malam dua puluh tujuh“ (al hadits).
Ulama berbeda pendapat mengapa malam itu di namakan malam lailatul qadar :
1.  Dinamakan lailatul qadar, karena kemulyaan malam itu lantaran didalamnya al – qur’an
2.  Dinamakan lailatul qadar, karena pada malam itu allah menentukan rencana – rencana untuk tahun mendatang, mengenai umur, rizki, kelahiran, dan lain sebagainya

Dalam hal ini allah berfiman:
إنا انزلناه فى ليلة مباركة إذا كنا منذرين فيها يفرق كل امر حكيم
“sesungguhnya al – qur’an kami turunkan dalam malam berkat, di mana kami memberi peringatan, didalamnya segala urusan terperinci.

3.  Dinamakan malam lailatul qadar, karena nilai taat didalamnya mempunyai kadar yang besar dan mendapat balasan yang berlipat  ganda.

Hadirin jama’ah jum’at yang berbahagia

Pada malam – malam sepuluh akhir bulan romadhon, rasulullah memeliharanya dan menghidupkannya dengan beribadah, salat tarawih, tadarus al-qur’an, dan beri’tikaf.
Kondisi ini terus berlanjut sampai pada zaman sahabat, tabiin, tabiit-tabiin dan zaman ulama salafus sholeh. Namun bagaimana dengan zaman kita sekarang ini ? salat tarawih semakin ke ujung semakin sepi, tadarus al – qur’an i’tikaf di  masjid sunyi, yang ramai toko makanan dan toko pakaian, sibuk untuk persiapan lebaran. inilah sebuah kerugian, karena kita tidak mampu memanfaatkan bulan romadhon dengan semangat ibadah yang istiqomah.

Hadirin jama’ah jum’at yang berbahagia

Di akhir bulan romadhon ini ada satu kewajiban kita yaitu mengeluarkan zakat fitrah, zakat fitrah adalah penutup ubadah puasa, rasulullah bersabda :

 صوم رمضان معلق بين السماء والارض لايرفع الا بزكا ت الفطر
“puasa ramdhan tergantung antara langit dann bumi, tidak akan di angkat kecuali dengan zakat fitrah”.
Hadirin jama’ah jum’at yang berbahagia
Beras yang kita keluarkan untuk zakat harus sama dengan beras yang kita konsumsi (yang kita makan sehari–hari), bila kita uangkan harus senilai dengan harga beras yang kita makan. Pemerintah telah memberitahukan hukum patokan harga beras zakat fitrah untuk mempermudah penanganan zakat fitrah bagi amil, namun praktek pelaksanaannya harus kita sesuaikan dengan harga beras yang kita makan sehari–hari demi kesempurnaan ibadah zakat fitrah kita.
Hadirin jama’ah jum’at yang berbahagia
Demikianlah khotbah ini kami sampaikan, marilah kita selesaikan ibadah puasa kita sampai terpenuhi bilangan harinya satu bulan penuh karena mengharap ridho allah, kita sambut hari raya idul fitri yang sudah di ambang pintu dengan melaksanakan fitrah untuk kesucian jiwa kita, semoga puasa kita di terima allah dan membentuk pribadi kita menjadi pribadi yang bertaqwa kepada Allah SWT, Aamiin.
والله سبحا نه وتعلى يقول وبقوله يهتدى المهتدين واذا قراء القرآن  فالستمعوا له وانصتوا لعلكم ترحمون اععوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم انا انزلناه فى ليلة القدر، الا ية. و قل رب اغفر وارحم وانت ارحم الراحيم





No comments:

Post a Comment

Memberikan komentar yang baik adalah suatu pilihan dan keputusan yang bijak dan bermartabat. ^_^

Note: Only a member of this blog may post a comment.